728x90 AdSpace

Latest News
Powered by Blogger.
Monday, March 31, 2014

Kisah Para Nabi Dan Rasul : Kisah Nabi Ibrahim AS

Nabi Ibrahim As dilahirkan di negreri Babilon, yairu daerah yang terletak antara sungai Eufrat dan Tigris. Wilayah ini sekarang disebut negara Irak. Babilon merupakan negeri yang subur dan makmur. Akan tetapi ,dikala itu, Babilon dikuasai oleh seorang raja yang kejam dan sewenang-wenang. Namanya Namrud.

Namrud adalah seorang raja yang lalim dan diktator. Kekuasaanya sangat mutlak. Apapun yang diperintahkan raja Namrud harus dilaksanakan. Jika ada manusia yang membangkang,pasti dihukum seberat-beratnya. Semua rakyat tunduk dan patuh kepada Namrud. Singkatnya, negeri Babilon adalah Namrud, begitu juga sebaliknya" raja Namrud adalah negeri Babilon.

Untuk memutlakkan kekuasaanya, Namrud mengaku dirinya sebagai Tuhan. Kemudian, guna melanggengkan kekuasaanya,Namrud dikeliingi oleh dua kekuatan yang patuh, yaitu " tentata yang terlatih dan ahli shir atau dukun. Agar rakyat percaya bahwa dirinya adalah Tuhan yang bisa menghidupkan dan mematikan, maka suatu ketika Namrud membawa dua manusia yang dianggap "bersalah" ke hadapan rakyat. Oleh Namrud,yang seorang lalu dipenggal lehernya hingga mati dan yang satunya lagi dibiarkan tetap hidup

"Kalian semua telah melihat sendiri. Aku bisa menghidupkan dan mematikan. Bukankan aku layak disebut Tuhan?" Namrud mencoba mempertontonkan kekejaman dan kekuasaanya kepada rakyat.

"Yaa!Layak disebut Tuhan!" ujar rakyatnya ketakutan. Tidak ada pilihan lain,jika menyangkal rakyat pasti akan dihukum seberat-beratnya.

Secara terpaksa,rakyat pun menganggap Namrud sebagai Tuhan dan menyembahnya.Meskipun demikian, dalam hati, rakyat menyangkal perbuatannya sendiri dan sangat menentang watak Namrud yang sewenang-wenang dan diktator.

Di Babilon,rakyat memang harus menyembah Namrud,namun disisi lain,rakyat dan Namrud harus pula menyembah berhala-berhala. Jadi, ada kejanggalan. Namrud mengaku sebagai Tuhan yang harus disembah, akan tetapi ternyata dia juga masih menyembah Tuhan yang lain lagi, dalam bentuk berhala-berhala.

NAMRUD MIMPI BURUK

Suatu hari, Namrud bermimpi, dia melihat seorang anak kecil yang menghancurkannya dan merampas mahkota rajanya. Namrud gusar. Sebuah mimpi buruknya.Dia pun mengumpulkan para dukun untuk menafsirkan mimpinya. Dia bercerita kepada para dukun, lalu bertanya "Hai para dukunku, apa arti mimpiku yang tidak mengenakan tadi?"
"Ampun wahai sang raja. Sebentar lagi akan lahir seorang bayi laki-laki yang kelak bisa menghancurkan kerajaan ini" jawab para dukun.

"Kurang ajar. Mulai sekarang , umumkan ke seluruh negeri,setiap ada bayi laki-laki yang lahir, harus segera dibunuh!" teriak Namrud kepada para prajurit dan tentara.

Prajurit dan tentara pun menyebar ke seantero negeri, untuk mengeksekusi bayi laki-laki. Betapa kejamnya raj Namrud. Rakyatnya tidka bisa berbuat apa-apa,karena sangat ketakutan. Mereka hanta pasrah melihat bayi laki-lakinya yang mungil dibantai tentara kerajaan. Padahal,bayi-bayi ini tidak berdosa dan belum tahu apa-apa. Betapa kerasnya hidup. Betapa bertabrakannya hidup. Betapa sunyinya hidup dikala itu.

Waktu itu, Ibrahim As yang kelak akan menjadi nabi, masih berada di dalam kandungan. Sang ibu sangat takut dan kebingungan, begitu juga ayahnya yang bernama azar. Kedua orang tua Ibrahim sangat gugup dan gemetaran.Berdasarkan perkiraan dan feeling mereka berdua, jabang bayi yang berada di dalam kandungan adalah laki-laki. Padahal diluar sana, sudah berhari-hari para prajurit dan tentara kerajaan melakukan sweeping dan pembunuhan terhadap bayi laki-laki.

Orang tua ibrahim harus melakukan tindakan penyelamatan menjelang melahirkan, sang ibu lalu pergi ke sebuah gua dan bersembunyi. Singkat cerita, Ibrahim dilahirkan di dalam gua dalam keadaan sehat dan selamat. Dengan penuh kasih sayang , sang ibu merawat dan memelihara Ibrahim di dalam gua. Kadang-kadang Ibrahim ditinggalkan sejenak oleh sang ibu untuk mencari makanan dan buah-buahan. Kadang-kadang Azar, sang ayah, juga menjenguk dan membantu sekuat tenaga.

Mereka harus sangat hati-hati, agar tidak ketahuan oleh Namrud dan bala tentaranya. Alhamdulilah,berkat pertolongan Allah, Ibrahim pun mampu melewati hari-hari sulit dan mulai beranjak remaja. Ibrahim dan ibunya lalu pulang kembali ke rumah, setelah bertahun-tahun tinggal di sebuah gua.

Masa pembunuhan bayi laki-laki pun telah usai. Karena sudah sekian lama, raja Namrud pun telah melupakan tafsir mimpi dari para dukun. Jumlah rakyat Babilon sangatlah banyak,maka Namrud dan bala tentaranya tidak menaruh curiga sedikit pun terhadap keluarga Ibrahim. Semuanya itu, terutama berkat anugerah dan pertolongan Allah.

Ibrahim yang telah dewasa membaur ke tengah masyarakat Babilon. Dia sangat prihatin dengan tradisi masyatakat yang suka menyembah berhala. Padahal berhala-berhala itu bikinan manusia sendiri. Padahal berhala-berhala itu merupakan benda mati yang tidak bisa melakukan apapun. Tapi berhala-berhala itu dipuja-puja dan dimintai pertolongan oleh rakyat Babion. Tak terkecuali juga oleh Namrud, yang mengaku-ngaku sebagai Tuhan.

Bagi Ibrahim, berhala-berhala itu merupakan belenggu yang mengasingkan manusia dari dirinya sendiri yang seharusnya mekar dan merdeka. Ibrahim As agak sedih sekaligus prihatin,karena ayahnya sendiri, Azar, ternyata adalah pembuat patung atau berhala dan sekaligus menjualnya kepada siapa pun ayang membutuhkannya. Sebagaimana mayoritas rakyat Babilon, Azar adalah seorang penyembah berhala.

Selain itu, Ibrahim lebih prihatin lagi, karena menyaksikan rakyay Babilon hidup dalam cengkeraman seorang raja yang lalim dan sewenang-wenang.Rakyat hidup dalam suasana ketakuatan dan tertindas.Hampir tiap hari selalu saja ada manusia yang dihukum oleh Namrud secara kejam, karena kesalahan-kesalahan tertentu yang dibuat-buat. Karena merupakan kaki tangan Namrud, para prajurit dan tentara kerajaan juga bertindak kejam dan sewenang-wenang terhadap rakyat.

"Aku harus melakukan melakukan perlawanan terhadap belenggu berhala-berhala dan kesewenang-wenangan kekuasaan" Ibrahim berjanji pada diri sendiri.

Diluar sana,para prajurit dan tentara Namrud berbaris mempertontonkan kekuatannya. Kadang-kadang terdengar jerit kesakitan rakyat yang disiksa oleh bala tentara Namrud.

Ibrahim harus mengabarkan ajaran yang baik dan luhur dari Allah. Yaitu, ajaran dan nilai-nilai yang berisi pesan keadilan,cinta kasih ,kemerdekaan dan perdamaian. Tapi,di depan kekuasaan berkepala batu yang kejam dan sewenang-wenang, apakah suatu himbauan akhlak -sebaik dan seluhur apaun bisa mengubah keadaan? apakah Ibrahim perlu menghimpun kekuatan rakyat, untuk mengobarkan perubahan sosial? Mampukah Ibrahim melakukannya?

IBRAHIM AS MENGHANCURKAN BERHALA

Bangsa Babilon,setiap tahun punya tradisi memperingati hari raya besar, dengan cara meletakan sesajian, berupa makanan dan minuman di pusat pemujaan berhala, di Haekal. Beragam Makanan dan minuman diletakan di antara patung-patung. Bangsa Babilon ingin melakukan pemujaan terhadap berhala secara bersama-sama sembari menggelar pesta makanan dan minuman. Yang datang terutama adalah raja Namrud dan para pembesar kerajaan, disertai bala tentaranya.



Seperti biasanya, sebelum acara pemujaan dan pesta dimulai, semua orang harus pergi ke luar kota untuk berburu. Inilah saat yang tepat bagi Ibrahim untuk menghancurkan simbol kepatuhan,ketidakadilan,kedzaliman dan keangkaramurkaan. Berhala-berhala ini tidak mampu menggerakan kekuatan kemanusiaan menuju peradaban yang lebih baik dan cerah.

Patung-patung yang disembah menina bobokan rakyat Babilon dalam kepasifan, kepatuhan buta dan pemjaan terhadap jabatan yang berkepanjangan. Patung-patung yang disembah itu juga membuat rakyat lupa dan tak berdaya menghadapi ketidakadilan,penindasan dan kekerasan.

Dengan langkah pasti, Ibrahim mendekati Haekal,pusat pemujaan berhala-berhala. Suasana sangat sepi. Semua orang sedang berburu ke luar kota. Di dalam Haekal, Ibrahim melihat banyak patung dalam berbagaiukuran dan bentuk. Biasanya patung-patung ini punya nama sendiri-sendiri. Ibrahim melihat makanan dan minuman yang enak dan lezata berada di depan patung -patung. Diantara sedemikian banyak patung,ada satu patung yang paling besar. "Mungkin yang terbesar ini dianggap sebagai raja berhala" pikir Ibrahim.

Ibrahim mulai beraksi. Dendan menggenggam kapak di tangan, dia menghantam patung-patung hingga hancur berantakan. Ibrahim  termasuk manusia yang kuat dan perkasa. Dalam waktu yang tidak lama,patung-patung telah hancur lebur. Hanya satu patung yang disisakan dan masih utuh yaitu patung terbesar yang agaknya merupakan rajanya. Ibrahim lalu mengalungkan kapaknya dileher patung yang terbesar tersebut.

Tidak beberapa lama kemudian, rombongan raja Namrud dan rakyat Babilon datang dari berburu. Betapa terkejutnya mereka mendapati patung-patung dalam kondisi hancur mengenaskan. Hanya satu yang tersisa si raja patung. Sulit dipercaya,siapa yang berani melakukan penghancuran ini? Semua para penyembah berhala sangat marah. Raja Namrud sangat gusar. Siapa yang berani menghina dirinya?Dia harus dihukum seberat-beratnya.

"Siapa kira-kira yang berani bertindak kurang ajar, dengan cara menghancurkan berhala-berhala ini?" tanya Namrud sambil menahan kemaraha. Mukanya merah terbakar emosi.

"Sang raja, kami memperkirakan , pelakunya adalah Ibrahim. Dia tidak ikut dalam prosesi ritual kita. Selain itu, selama ini dia memang sangat menentang tindakan kita yang menyembah berhala. Dia sering berdakwah tentang Tuhannya serta ajaran-ajarannya yang sangat lain dengan Tuhan dan ajaran-ajaran kita," ujar beberapa orang dalam nada yang hampir sama.

"Kurang ajar.Berani-beraninya Ibrahim menghinakau. Segera tangkap dia dan bawa ke tengah alun-alun. Aku akan mengeksekusi dia seberat-beratnya" perintah Namrud kepada pasukan kerajaan.

Dengan mengendarai kuda yang gagah, beberapa pasukan kerajaan berpencar untuk menangkap Ibrahim As.Mereka merupakan pasukan andal yang sangat terlatih, sehingga tidak mengalami kesulitan berarti dalam menangkap Ibrahim. Dalam kondisi terborgol, Ibrahim dihadapkan ke depan Namrud.Terjadilah percakapan antara Namrud dan Ibrahim.

" Ibrahim! kaukah yang menghancurkan berhala-berhala sesembahan kami?" tanya Namrud dalam nada tinggi. Mukanya merah.
"Tidak," jawab Ibrahim agak santai. Dia pura-pura berbohong.
"Mengaku saja! Bukankah engkau selama ini selalu menentang tindakan kami! Engaku selalu memperkenalkan Tuhanmu yang asing bagi kami ! Namrud mencecar Ibrahim, Kegusaran tampak dalam raut mukanya.

"Begini saja. Sebaiknya sang raja bertanya kepada patung terbesar yang selamat. Di lehernya kan ada kapaknya, Siapa tahu dia marah kepada patrung-patung yang lain, lalu membantainya dengan senjata kapak" Ibrahim berbicara kepada Namrud dengan ketenangan yang luar biasa.
 "Ibrahim, Enfkau memang bodoh. Patung adalah benda mati yang tidak mungkin bisa ditanya. Apalagi dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya. Sebuah patung juga tidak mungkin mampu melakukan pengrusakan!" Namrud masih marah. Rakyat Babilon menyimak secara seksama.
"Namrud Engkau lebih bodoh lagi. Mengapa patung kalian sembah, padahal dia benda mati yang tidak bisa melakukan apa-apa? Selain itu engkau tidak berperikemanusiaan karena menggunakan kekuasaanmu untuk menindas rakyat!" ujar Ibrahim As dengan suara agak tinggi.

Ibrahim memang sosok pemberani. Bayangkan, dia berani membodoh-bodohkan seorang raja lalim yang kekuasaanya sangat mutlak diseantero Babilon. Selain itu, dia juga berani mengkritik Namrud secara telak  persis di hadapan rakyat Babilon.

Namrud tentu saja agak gelagapan mendengar kata-kata Ibrahim yang sangat menohok dirinya. Dia semakin gusar. Kemarahanya tidak terbendung. Dia berpaling kepada rakyat Babilon dan bertanya dengan intonasi suara yang menggelegar.

" Wahai rakyat Babilon. Hukuman apa yang patut ditimpakan kepada seorang prusuh dan pembangkang seperti Ibrahim ini?" Namrud minta pertimbangan kepada rakyat Babilon.
"Dihukum bakaar!!" jawab rakyat Babilon, sembari berteriak

IBRAHIM DIHUKUM BAKAR 

Sebagian rakyat Babilon memang merasa tersinggung dengan perilaku Ibrahim yang berani menghina dan merusak sesembahan mereka. Akan tetapi sebagian yang lain sebenarnya simpatik, seorang anak muda bernama Ibrahim, yang berani melawan Namrud yang bengis dan otoriter. Cuma, rakyat yang simpatik kepada Ibrahim tidak berani menunjukan sikapnya secara terang-terang. Bisa-bisa nanati berurusan dengan Namrud yang sewenang-wenang dan tidak berprikemanusiaan.

Tetapi, bagaimanapun, perlawanan Ibrahim terhadap Namrud setidaknya mampu membuka mata dan kesadaran sebagian rakyat Babilon. Bahwa, suatu ketika kelak mereka harus berani melawan kezaliman seorang raja, secara bersama-sama. Penindasan dan kekerasan harus dilawan dan diakhiri.

Raja Namrud benar-benar terhina. Ada anak muda yang melawan dan mempermalukannya, dihadapan rakyat Babilon. Dia meminta para algojo kerajaan untuk mengikat Ibrahim disebuah tiang, Setelah itu, kayu-kayu bakar ditata sedemikian rupa mengelilingi Ibrahim As. Minyak tanah disiramkan merata ke seluruh katu yang akan hangus menjadi abu. Meskipun Ibrahim telah tertutup timbunan kayu, tapi dengan suara yang menggelegar, Namrud tetap bertanya yang terakhir kepada Ibrahim.



"Ibrahim. Apakah engaku ingin menyampaikan kata-kata terakhirmu, sebelum apai memangsa tubuhmu? Ayo katakan".
"Aku berpesan kepada seluruh rakyat Babilon, agar berani membangun kekuatan bersama untukmenumbangkan Namrud yang kejam dan sewenang-wenang!!"
"Kurang ajar!Terimalah kematianmu secara mengenaskan!!"
Setelah mendapat komando dari Namrud,beberapa orang maju untuk menyulut kayu kbakar yang telah tersiram minyak. Sedemikiann cepatnya api melahap kayu danmenjilat-jilat ke angkasa. Sangat dahsyat. Tapi di tengah-tengah kobaran api, ada mahluk berkelebat bagai cahaya. Tidak ada manusia yang bisa melihatnya. Dialah Malaikat Jibril As yang diutus Allah Swt auntukmenyelamatkan Ibrahim.

Dalam kobaran api, Jibril membentangkan sayap  raksasanya untuk mendekap Ibrahim.
Allah berfirman,"Hai api,jadilah engkau dingin dan selamatkanlah Ibrahim!"

Maka dari pada itu, Ibrahim pun tidak merasakan panas sedikit pun, bahkan dia merasa sejuk dan segar. Kobaran api baru padam setelah berjam-jam lamanya. Kayu telah menjadi bara panas kemerah-merahan. Semua orang mengira Ibrahim telah lenyap menjadi abu.

Selanjutnya, pemandangan yang terjadi benar-benar diluar dugaan siapa pun. Ibrahim keluar daeri reruntuhan bara api dalam kondisi segar bugar. Badanya masih utuh, tidak kutang suatu apapun. Borgol dan ikatan justeru terlepas dari tubuh Ibrahim.Inilah salah satu mukjizat Nabi Ibrahim : Tidak mempan dipangggang api yang membara.

Namrud,bala tentaranta dan rakyat Babilon terbelalak.Mereka masih tidak percaya denganapa yang mereka lihat. Seperti mimipi. Apakah yang mereka lihat benar-benar merupakan kenyataan?

Namrud semakin gusar,bercampur malu. Dia sadar,bahwa Ibrahim memang bukanmanusia biasa. Dia punya kekuatan dan keistimewaa. Namrud yakin bahwa Ibrahim sulit dikalahkan.Kesombongan Namrud agak meluntur.Akhirnya, kerumunan massa di alun-alun Babilon membubarkan diri. Banyak orang membicarakan peristiwa luar biasa yang baru saja terjadi. Mereka sedemikian kagum terhadap Ibrahim As, yang jelas-jelas punya "kesaktian" atau lebih tepat mukjizat dari Allah.

IBRAHIM AS DIUSIR DARI BABILON

Sejak peristiwa pembakaran Ibrahim di alun-alun,semakin banyak orang yang percaya terhadap kenabian Ibrahim Secara sembunyi-sembunyi karena masih takut terhadap kekejaman Namrud. Banyak orang yang mengikuti cara beribadah Nabi Ibrahim,mempelajari ajaran dan nilai-nilainya yang merupakan firman Allah.

Yang tak kalah pentingnya dan masih membekas di benak mayoritas rakyat Babilon,adalah himbauan Ibrahim agar rakyat bersatu menggalang kekuatan untuk meraih kemerdekaan, serta mewujudkan keadilan,kemakmuran dan kesejahteraan bagi semua.

Bagi Namrud, sudah barang tentu Ibrahim merupakan ancaman yang sangat kuat dan nyata. Dari hari ke hari, semakin banyak orang yang percaya kepada ajaran dan nlai-nilai yang dibawa Ibrahim Meski rakyat Babilon melakukannya secara sembunyi-sembunyi, tapi Namrud lama-lama bisa mengerti dan merasakannya. Kalau dibiarkan tentu sangat berbahaya. Bisa-bisa suatu saat, kekuasaan mutlaknya atas negri Babilon, digugat oleh rakyat.

Setelah memutar otak,akhirnya Namrud menemukan ide. Dia menyuruh bala tentara kerajaan untuk mengusir Ibrahim dari negeri Babilon. Jika tidak diusir,bisa jadi rakyat Babilon akan menemukan figur pemimpin spiritual pada diri Ibrahim, untuk melakukan perlawanan terhadap Namrud. Ini sangat berbahaya.

Singkat cerita, setelah menghadapi tekanan-tekanan yang sangat berat dari Namrud dan bala tentaranya, akhirnya Ibrahim menyetujui usul Namrud agar Ibrahim segera meninggalkan negeri Babilon secara baik-baik. Ibrahim rela, karena dia telah meninggalkan benih-benih "pencerahan" kepada rakyat Babilon.

Sebuah ide dan ajaran yang telah bersarang disanubari rakyat tidak harus kita kawal dan kita awasi terus menerus. Suatu saat kekuatan ide dan ajaran yang telah menjadi "kesadaran" akan bergerak dan bergerak tanpa ada kekuatan yang mempu menahan dan membendungnya. Inilah barangkali yang menjadi keyakinan Ibrahim untuk rela meninggalkan Babilon.

Disertai beberapa pengikut setianya yang rela meninggalkan kampung halaman, Ibrahim berangkat menuju Mesir. Di Mesir, Ibrahim dan beberapa pengikutnya mencoba merajut kehidupan baru, sembari mendakwahkan ajaran dan nilai-nilai Allah, secara tulus dan jujur. Di Mesir, Ibrahim dan pengikutnya hidup dari bertani dan berternak. Pekerjaan mereka sukses. Mereka hidup makmur dan sejahtera.

IBRAHIM AS MENIKAHI SARAH

Tidak beberapa lama kemudian, Ibrahim menikah dengan seorang wanita cantik bernama Sarah. Sesudah merasa cukup mendakwahkan ajaran dan nilai-nilai Allah di bumi Mesir, maka beberapa tahun kemudian, Ibrahim pindah ke Palestina. Kepindahan Ibrahim ini disertai oleh isterinya, Sarah dan seorang pembantunya bernama Hajar.

Sama seperti di wilayah lainnya, sebagai seorang nabi utusan Allah, di Palestina Ibrahim juga mengabgarkan kebaikan,kebenaran dan keadilan kepada seluruh umat manusia, secara tulus dan jujur. Tanpa kenal lelah,Ibrahim mengajak manusia untuk beribadah hanya kepada Allah,sembari berjuang dijalan kemanusiaan yang baik dan mulia.

Baca : 3 Kebohongan Nabi Ibrahim as

Sudah cukup lama Ibrahim dan Sarah membangun kehidupan keluarga. Akan tetapi, hingga kin tak kunjung dikaruniai seorang buah hati yaitu seorang anak sebagai pengikat tali cinta kasih.Sarah lalu menyarankan kepada Ibrahim agar menikahi pembantunya bernama Hajar. Siapa tahu,dengan izin Allah Swt, setelah menikah dengan Hajar, Ibrahim As bisa mempunyai keturunan. setelah menikah dengan Hajar, Ibrahim As juga merupakan wanita cantik yang baik hati. Usia Hajar jauh lebih muda dari pada sarah.

Benar juga,sesudah menikah, beberapa bulan kemudian Hajar hmil. Lalu melahirkan seorang bati laki-laki . Bayi laki-laki yang sehat dan lincah ini diberi nama Isma'il. Isma'il As kelak juga diangkat Allah menjadi nabi,meneruskan jejak ayahnya.

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Kisah Para Nabi Dan Rasul : Kisah Nabi Ibrahim AS Rating: 5 Reviewed By: Baharuddin Sarjani