728x90 AdSpace

Latest News
Powered by Blogger.
Friday, April 4, 2014

Kisah Para Nabi Dan Rasul : Kisah Nabi Ismail AS

Pada episode kehidupan Nabi Ibrahim As terdahulu di kota Palestina, telah dikisahkan bahwa setelah menikah dengan isteri keduanya. Hajar, Nabi Ibrahim dikaruniai seorang bayi laki-laki yang tampan. Namanya Isma'il As. Dianugerahi seorang bayi laki-laki yang lincah dan mungil Nabi Ibrahim dan Hajar tentu saja sangat bahagia.

Perhatian dan cinta kasih Nabi Ibrahim terhadap Hajar, dari hari ke hari semakin bertambah kuat. Hal ini membangkitkan rasa "cemburu" di hati Sarah, istri pertama Nabi Ibrahim, yang usianya lebih tua daripada Hajar.

Meski dulu yang memberi saran agar Nabi Ibrahim menikahi Hajar adalah Sarah akan tetapi lama kelamaan dalam rumah tangga Nabi Ibrahim ternyata Sarah merasa tersisihkan. Sarah sangat mencintai Nabi Ibrahim, untuk itu agar Ibrahim bisa mendapatkan seorang anak,Sarah merelakan Ibrahim menikahi pembantunya yang bernama Hajar. Tetapi dalam prakteknya,ternyata tak segampang yang diduga Sarah.

Dia mengangankan rumah tangga Nabi Ibrahim dapat berjalan adil dan seimbang, meskipun Nabi Ibrahim mempunyai dua istri. Akan tetapi dalam kenyataanya, Sarah merasakan bahwa Nabi Ibrahim memberi perhatian yang berlebih kepada Hajar. Sarah merasa dinomorduakan.

Mungkin perhatian yang berlebih dari Nabi Ibrahim kepada Hajar mulai terjadi, terutama ketika Hajar merawat seorang bayi, yang tak lain juga merupakan anak Nabi Ibrahim As. Nabi Ibrahim mungkin berpikir bahwa Hajar memerlukan perhatian dan pendampingan khusus dalam merawat bayi merawat mereka.

Di satu sisi, Sarah memaklumi perhatian berlebih dari Nabi Ibrahim kepada Hajar karena sedang merawat bayi. Tapi disisi yang lain, dalam hati kecilnya, tetap saja Sarah merasa tersisihkan. Seringkali Sarah mengangisi keadaanya ini. Tangisnya kerap ditahannya dalam hati. sehingga belum pernah ketahuan oleh Nabi Ibrahim. Suatu hari, perilaku Sarah ketahuan juga oleh Ibrahim.

SARAH MENANGIS

Suatu hari, Sarah terlihat sedih. Dia menangis . Nabi Ibrahim melihat dan agak terkejut. Muncul berbagai pertanyaan dalam benak Nabi Ibrahim: mengapa Sarah menangis? yang jelas, Nabi Ibrahim masih tetap menyayangi Sarah, sama seperti cintanya pada Hajar. Nabi Ibrahim menghampiri Sarah. Diciumnya kening istrinya secara lembut, lalu terjadilah percakapan antara Nabi Ibrahim dan Sarah.
 "Sarah. Ada apa engkau menangis? Bisakah engkau cerita padaku?"
"Suamiku. Entah mengapa, akhir-akhir ini aku merasa sedih. Aku merasa agak tersisihkan dalam rumah tangga kita. Engkau lebih sering memperhatikan Hajar. Menurut perasaanku,aku merasa engakau menomorduakan".

Ibrahim agak terhenyak. Setelah Hajar melahirkan, dia baru sadar bahwa perhatiannya selama ini lebih banyak tumpah pada Hajar. Ibrahim berdialog lagi dengan Sarah.
"Istriku, maafkanlah aku. Tampaknya aku lebih banyak memperhatikan Hajar,karena dia harus merawat bayi. Dia perlu pendampingan khusus. Baiklah, sesudah ini. aku berjanji akan membagi perhatianku secara adil, baik kepadamu maupun kepada Hajar. Mudah-mudahan aku mampu. Atau engkau punya saran lain?"
"Suamiku. Semoga engkau bisa bertindak adil kepada istei-istimu. Tapi kalau boleh usul, aku mohon engkau meminta petunjuk kepada Allah Swt untuk mengatasi persoalan ini"
Sarah ternyata masih agak pesimis. meskipun suaminya telah bertekad untuk bertindak adil. Sarah merasa kecil hati dan sangsi. apakah dia mampu"bersaing" dengan Hajar yang jauh lebih muda. lebih segar dan cantik? Selain itu, Hajar mampu memberi anak kepada Ibrahim As, sementara dirinya tidak.

Sarah tidak berani menerima kenyataan yang kelak dibayangkanya sangat pahit. lama kelamaan dia pasti akan tersisih dari rumah tangga Nabi Ibrahim. Sarah masih sangat mencintai Nabi Ibrahim. Untuk itu, Sarah memberi saran kepada Nabi Ibrahim, agar menempuh solusi yang sebaik-baiknya, dengan cara meminta petunjuk kepada Allah.

Nabi Ibrahim dan Sarah berdialog tanpa sepengetahuan Hajar. Mereka berdua menjaga perasaan Hajar, agar tidak tersinggung. Sesudah terjadi dialog antara Nabi Ibrahim dan Sarah, maka Nabi Ibrahim menyerutujui usul Sarah. agar dia memohon pertimbangan kepada Allah untuk menyelesaikan masalah rumah tangga mereka.

*tunggu kisah selanjutnya.

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Kisah Para Nabi Dan Rasul : Kisah Nabi Ismail AS Rating: 5 Reviewed By: Baharuddin Sarjani